Kamis, 07 Desember 2017

Faktor Pendorong Terjadinya Perdagangan Internasional

Assalamaikum Chingu:)

  Apakah yang mendorong terjadinya perdagangan internasional? Kegiatan perdagangan internasional muncul karena didorong oleh beberapa faktor berikut ini;

a. Perbedaan Sumber Daya Alam
     Kondisi muka Bumi diciptakan Tuhan dengan karakteristik berbeda-beda. Berbeda tingkat kesuburan, kekayaan alam, jenis tumbuhan, hewan, serta mineral dan tambangnya. Contohnya, kurma hanya dapat tumbuh dengan subur di Arab Saudi, sementara di Malaysia tidak. Jerman sama sekali tidak memproduksi minyak Bumi. Iklim tropis membuat Indonesia menjadi salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia. Perbedaan sumber daya alam inilah yang mendorong suatu negara melakukan kegiatan perdagangan internasional.

b. Memenuhi Kebutuhan Nasional
     Tidak semua negara dapat memenuhi kebutuhan sendiri, walaupun negara tersebut memproduksi barang di dalam negeri. Contohnya, Indonesia yang merupakan salah satu negara penghasil beras terbesar di Asia Tenggara ternyata tetap mengimpor beras dari Thailand dan Vietnam karena produksi besar yang dihasilkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

c. Penguasaan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi
     Negara yang lebih menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak, bermutu, dan efisien. Hal ini dikarenakan pemanfaatan teknologi dapat menghemat biaya produksi dan menghasilkan lebih banyak barang. Negara-negara yang memiliki teknologi maju cenderung melakukan spesialisasi dalam memproduksi barang, adapun barang yang tidak diproduksi sendiri akan dibeli dari negara lain. Contohnya, jepang melakukan spesialisasi dalam produksi industri sepeda motor dan mobil, serta berusaha mengekspornya ke Indonesia. Sebaliknya, jepang banyak membeli hasil tambang dan perkebunan hasil Indonesia.

d. Adanya Kelebihan Atau Kekurangan Hasil Produksi
     Adanya perbedaan sumber daya alam dan penguasaan teknologi, di satu sisi menimbulkan terjadinya kelebihan produksi (surplus) suatu jenis produk, tetapi disisi lain akan menimbulkan kekurangan produksi (shortage) jenis produk yang lain. Kelebihan hasil produksi dalam negeri mendorong negara tersebut menjual produknya ke luar negeri, sedangkan kekurangan produksi dalam negeri dapat dipenuhi dengan cara membeli dari luar negeri.

e. Adanya Transportasi Antarnegara
     Kemajuan teknologi alat transportasi yang bisa menjangkau semua negara. Keberadaan transportasi antarnegara membuat kegiatan perdagangan internasional semakin mudah dilakukan. Kegiatan ekspor impor dalam jumlah besar dapat dilakukan dalam waktu relatif cepat. Biaya pengiriman pun dapat lebih efisien. Kondisi inilah yang membuat keberadaan transportasi antarnegara menjadi faktor pendorong perdagangan internasional.

f. Perbedaan Selera
    Setiap negara memiliki perbedaan kebudayaan, pandangan hidup, sistem politik, dan tatanan nasional. Perbedaan-perbedaan tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan selera terhadap sebagai jenis komoditas. Contoh: walaupun Amerika Serikat memproduksi beberapa merek mobil, negara tersebut tetap mengimpor salah satu merek mobil jepang. Hal itu terjadi karena model dan bentuk mobil buatan jepang lebih disenangi sebagian masyarakat Amerika Serikat.

g. Adanya Hubungan Diplomatik
     perdagangan antarbangsa tidak akan terjadi diantara negara-negara yang tidak memiliki hubungan politik. Sebagai contoh, Indonesia tidak mungkin menjalin kerja sama di bidang perdagangan dengan RRC bila Indonesia tidak memiliki hubungan politik dengan negara tersebut.

Rabu, 06 Desember 2017

Bagian-Bagian Utama Bumi

Assalamualaikum Chingu:)

  Kita tentunya hidup di planet Bumi, Bumi adalah planet ke-3 dari Matahari yang merupakan planet terpadat dan terbesar ke-5 dari Tata Surya. Bumi adalah satu-satunya planet yang dapat dihuni oleh mahluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan. Bumi memiliki karakteristik tertentu sehingga dapat mendukung kehidupan mahluk. Bumi terdiri atas tiga bagian utama, yaitu Litosfer, Hidrosfer, dan Atmosfer.


A. Litosfer
      kata litosfer berasal dari bahasa Yunani, yaitu lithos (batuan) dan sphaira (bulatan atau bola). Litosfer adalah lapisan kulit bumi yang berupa batuan, terletak antara permukaan Bumi sampai kedalaman kurang lebih 100km. Litosfer ini meliputi kerak Bumi dan lapisan luar mantel Bumi. Unsur penyusun litosfer antara lain oksigen (46,6%), silikon (27,7%), dan aluminium (8,1%).
   Litosfer didominasi dengan batuan. Batuan adalah benda padat buatan alam yang tersusun dari satu mineral atau lebih. Batuan yang menyusun litosfer digolongkan berdasarkan asal terbentuknya dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1). Batuan Beku


       Batuan beku terbentuk dari magma yang membeku diperut Bumi atau lava yang membeku di permukaan Bumi. Contohnya adalah batu granit, gabro, basal, dan obsidian.

2). Batuan Sedimen

       Batuan sedimen dihasilkan dari proses pengendapan bebatuan yang terendapkan secara berlapis-lapis, lalu tertekan, dan mengeras. Contohnya adalah batu pasir, batu gamping, batu lempung, batu lumpur, dan batu serpih.

3) Batuan Metamorf


    Batuan metamorf berasal dari batuan lain yang berubah mineralnya akibat terkena suhu dan tekanan yang tinggi. Contohnya adalah batu pualam, batu marmer, batu sabak, batu barn, batu topas, dan batu permata.

B. Hidrosfer
      Hidrosfer adalah bagian Bumi berupa air. Air ini dapat berupa padat (es), cair, dan gas (uap air). Permukaan Bumi terdiri atas 70% air.

C. Atmosfer
      Atmosfer berasal dari kata atmos (gas atau uap) dan sphaira (bola). Jadi, atmosfer adalah lapisan udara yang menyelimuti Bumi. Semakin ke atas, kerapatan dan tekanan pada atmosfer semakin kecil. Atmosfer tetap pada tempatnya karena gaya tarik Bumi. Atmosfer indentik dengan udara karena kandungan dalam udara terdiri atas berbagai gas, antara lain nitrogen (78%), oksigen (21%), karbon dioksida (0,03%), argon (0,9%), kripton-neon dan gas-gas lain (0,07%). Atmosfer melindungi kehidupan di Bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. Atmosfer dibedakan menjadi empat lapisan, yaitu troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer.

Bahan Konduktor, Semikonduktor, dan Isolator

Assalamualaikum chingu:)

   apakah kalian tahu, semua benda mudah untuk menjadi bermuatan listrik? gak semuanya sih, karena setiap benda juga memiliki ciri khas tersendiri. Di dalam benda, elektron-elektron ada yang mudah bergerak dan ada yang sulit  bergerak sehingga untuk menghantarkan listrik pun benda memiliki kemampuan yang berbeda. Daya hantar dan  konduktivitas adalah kemampuan suatu zat untuk menghantarkan arus listrik.
    Benda dibedakan menjadi tiga berdasarkan kemudahannya menghantarkan listrik, yaitu sebagai berikut.

A. Konduktor 

tembaga merupakan bahan konduktor

      Konduktor adalah bahan yang mudah menghantarkan listrik atau mudah dialiri listrik. Elektron di dalam bahan konduktor tidak terikat kuat oleh inti atom sehingga mudah bergerak atau berpindah. Jika bahan konduktor didekatkan atau disentukan dengan benda bermuatan positif, maka elektron pada bahan konduktor ditarik oleh benda bermuatan positif dan berpindah dengan mudah. Contoh bahan konduktor adalah bahan logam seperti tembaga, besi, dan aluminium.

B. Semikonduktor
   
germanium merupakan bahan semikonduktor

  Semikonduktor adalah bahan yang agak mudah menghantarkan listrik atau agak mudah dialiri listrik. Kemampuan menghantarkan listrik pada bahan ini berada di antara bahan konduktor dan isolator. Elektron dalam bahan semikonduktor tidak terlalu mudah berpindah. Contoh bahan semikonduktor adalah germanium dan silikon.

C. Isolator

kertas merupakan bahan dari isolator

  Isolator adalah bahan yang sulit untuk menghantarkan listrik atau sulit dialiri listrik. Elektron dalam bahan isolator sangat sulit untuk berpindah karena terikat sangat kuat oleh inti atom. Contoh bahan isolator adalah plastik, kayu, dan kertas


Selasa, 05 Desember 2017

Faktor Penghambat Terjadinya Perubahan Sosial Budaya

ANNYEONG HASEYO:)

  Berikut ini kita membahas tentang faktor yang dapat menghambat terjadinya perubahan sosial budaya, yaitu sebagai berikut!

1) Kurangnya Hubungan Dengan Masyarakat Luar




   Masyarakat yang kurang melakukan hubungan dengan masyarakat luar dapat menyebabkan kurangnya mendapat informasi tentang perkembangan dunia. Hal ini mengakibatkan masyarakat tersebut terasing dan tetap terkurung dalam pola-pola pemikiran yang sempit dan lama. Selain itu, mereka cenderung tetap mempertahankan tradisi yang tidak mendorong ke arah kemajuan. Coba saja tengok kehidupan masyarakat-masyarakat terasing yang masih terdapat di Indonesia, seperti orang Rimba di Sumatra dan suku Dani di Papua.

2) Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Yang Terlambat
      Jika suatu masyarakat kurang melakukan hubungan dengan masyarakat luar, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masyarakat tersebut menjadi lambat. Hal ini disebabkan mereka kurang atau belum menerima informasi tentang kemajuan masyarakat lain. Di samping itu, penjajahan juga dapat menyebabkan terlambatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada suatu masyarakat. Fakta ini bisa dilihat ketika Indonesia dijajah oleh Belanda dan Jepang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terlambat dalam suatu masyarakat dapat menyebabkan terhambatnya perubahan sosial dalam masyarakat tersebut.

3) Sikap Masyarakat Yang Tradisional
     Masyarakat yang masih mempertahankan tradisi dan menganggap tradisi tak dapat diubah secara mutlak, dapat mengakibatkan terhambatnya perubahan sosial dalam masyarakat tersebut. Hal ini  disebabkan masyarakat tak bersedia menerima inovasi dari luar masyarakatnya. Padahal, inovasi tersebut merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong terjadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat. Kondisi masyarakat semacam ini semakin parah jika dikuasai oleh kaum konservatif (kolot) yang tak menginginkan adanya perubahan. Kaum ini sangat mengagung-agungkan tradisi dan menganggap bahwa tradisi nenek moyang merupakan tardisi yang harus tetap dipertahankan agar tidak termakan oleh perkembangan zaman.

4) Prasangka Terhadap Hal-Hal Yang Baru Atau Asing
     Ras curiga terhadap hal-hal baru yang datang dari luar dapat menghambat terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Sikap ini bisa dijumpai dalam masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa-bangsa Barat. Mereka tidak bisa melupakan pengalaman-pengalaman pahit selama masa penjajahan. Akibatnya, semua unsur-unsur baru yang berasal dari bangsa Barat selalu dicurigai dan sulit mereka terima.

5) Adat Atau Kebiasaan 
     Adat dan kebiasaan juga dapat menghambat terjadinya perubahan sosial dalam suatu masyarakat. Unsur-unsur baru dianggap oleh sebagian masyarakat dapat merusak adat atau kebiasaan yang telah mereka anut sejak lama. Mereka khawatir adat atau kebiasaan yang dianut menjadi punah jika mereka menerima unsur-unsur baru, bahkan dapat merusak tatanan atau kelembagaan sosial yang mereka bangun dalam masyarakatnya.